• ??? ????
  • ??? ????
  • Petani Lebih Minati Jati Putih

    Fri,29 June 2012 | 13:01

       

    MAJENE, FAJAR -- Jenis tanaman jati lokal di Kabupaten Majene memiliki kualitas lebih baik dibandingkan dengan jenis jati lain. Namun, para petani lebih memilih jati putih untuk dikembangkan karena lebih ekonomis.

    Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Majene, Burhanuddin, menjelaskan, pihaknya telah menawarkan beberapa jenis tanaman yang bernilai ekonomis berkaitan rehabilitasi hutan di Kabupaten Majene yang saat ini terus digalakkan.

    "Tapi mayoritas diantaranya menginginkan jati putih sebagai pilihan utama untuk dikembangkan. Padahal, kualitas jati lokal juga tak kalah bagusnya," ujar Burhanuddin, Kamis, 28 Juni.

    Dia mengatakan, secara kualitas, kayu jenis jati lokal memang lebih baik. Usia jati putih memiliki usia yang lebih singkat untuk dapat dimanfaatkan. Para pengusaha-pengusaha furnitur, kata Burhanuddin,  juga cenderung lebih berminat pada jati putih tersebut.

    "Jati putih sudah dapat dimanfaakan oleh petani pada usia 10 tahun. Sementara jati lokal, petani harus menunggu 20 hingga 30 tahun untuk dapat dimanfaatkan. Itulah salah satu alasan mayoritas petani lebih memilih membudidayakan jati putih," terang Baharuddin.

    Jati putih sudah mulai dikembangkan di Kabupaten Majene sejak 1998 lalu. Pengembangan tanaman jati putih ini juga didukung dengan ketersediaan lahan yang belum dimanfaatkan seluas 10.000 hektare.

    Dengan demikian, ketersediaan lahan tersebut dapat memenuhi tingginya permintaan kayu jati putih. (far/nin)


    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News